Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2016

daftar harga samsung galaxy juni 2016

banyak di dunia smartphone yang baru- baru ini realis produknya sendiri. berbagai keunggulan dan spesifiasi yang gahar pun dipertontonkan. nah untuk mengatasinya agan bisa liat daftar smartphone samsung galaxy

Harga HP Samsung Galaxy Juni 2016

Samsung Galaxy J3 (2016)
Samsung Galaxy J3 (2016)Harga Baru: Rp 2.399.0000
Harga Bekas: –
Samsung Galaxy S7 edge
Samsung Galaxy S7 edgeHarga Baru: Rp 10.300.000
Harga Bekas: Rp 9.700.000
Samsung Galaxy S7
Samsung Galaxy S7Harga Baru: Rp 8.800.000
Harga Bekas: 8.300.000
Samsung Galaxy A7 (2016) A710F
Samsung Galaxy A7 (2016) A710FHarga Baru: Rp 6.499.000
Harga Bekas: –
Samsung Galaxy A5 (2016) A510F
Samsung Galaxy A5 (2016) A510FHarga Baru: Rp 5.399.000
Harga Bekas:-
Samsung Galaxy Galaxy J2
Harga Samsung Galaxy J2Harga Baru: Rp 1.999.000
Harga Bekas: –
Samsung Galaxy Grand Prime VE
Harga Samsung Galaxy Grand Prime VEHarga Baru: Rp 2.299.000
Harga Bekas:-
Samsung Galaxy J7 (SM-J700F)
Harga Samsung Galaxy J7 (SM-J700F)Harga Baru: Rp 3.750.000
Harga Bekas:-
Samsung Galaxy J1 Ace (SM-J110G)
Harga Samsung Galaxy J1 Ace (SM-J110G)Harga Baru: Rp 1.475.000
Harga Bekas: –
Samsung Galaxy Galaxy A8 (A800)
Harga Samsung Galaxy A8 (A800)Harga Baru: Rp 6.100.000
Harga Bekas:-
Samsung Galaxy V Plus (G318)
Harga Samsung Galaxy V Plus (G318)Harga Baru: Rp 1.050.000
Harga Bekas:-
Samsung Galaxy S6 edge+
Harga Samsung Galaxy S6 edge+Harga Baru: Rp 10.999.000
Harga Bekas: –
Samsung Galaxy Note 5
Harga Samsung Galaxy Note 5Harga Baru: Rp 9.500.000
Harga Bekas:-
Samsung Galaxy J5 (SM-J500F)
harga Samsung Galaxy J5 (SM-J500F)Harga Baru: Rp 2.750.000
Harga Bekas:-
Samsung Galaxy S6 Edge (G925)
Harga Samsung Galaxy S6 Edge (G925)Harga Baru: Rp 12.499.000
Harga Bekas:-
Samsung Galaxy S6 (G906)
harga Samsung Galaxy S6 (G906)Harga Baru: Rp 9.300.000
Harga Bekas:-
Samsung Galaxy Grand Neo Plus (GT-I9060i)
Harga Samsung Galaxy Grand Neo Plus (GT-I9060i)Harga Baru: Rp 1.950.000
Harga Bekas:Rp 1.650.000
Samsung Galaxy Ace 4 (G316)
Harga Samsung Galaxy Ace 4 (G316)Harga Baru: Rp 1.235.000
Harga Bekas:Rp 950.000
Samsung Galaxy J1 (J100)
harga Samsung Galaxy J1 (J100)Harga Baru: Rp 1.475.000
Harga Bekas:Rp 1.225.000
Samsung Galaxy E7 (E700)
Harga Samsung Galaxy E7 (E700)Harga Baru: Rp 4.100.000
Harga Bekas:Rp 3.600.000
Samsung Galaxy E5 (E500)
Harga Samsung Galaxy E5 (E500)Harga Baru: Rp 3.100.000
Harga Bekas:Rp 2.750.000
Samsung Galaxy Note Edge (N915)
Harga Samsung Galaxy Note Edge (N915)Harga Baru: Rp 10.000.000
Harga Bekas:Rp 9.400.000
Samsung Galaxy Note 4 Duos
Harga Samsung Galaxy Note 4 DuosHarga Baru: Rp 9.000.000
Harga Bekas:Rp 8.400.000
Samsung Galaxy A5 (A500F)Harga Samsung Galaxy A5 (A500F)Harga Baru: Rp 4.525.000
Harga Bekas:Rp 4.000.000
Samsung Galaxy A3 (A300)
Harga Samsung Galaxy A3 (A300)Harga Baru: Rp 3.150.000
Rp 2.750.000
Samsung G530 Galaxy Grand Prime
Harga Samsung G530 Galaxy Grand PrimeHarga Baru: Rp 2.275.000
Harga Bekas:Rp 1.850.000
Samsung Galaxy Mega 2 (G750)
Harga Samsung Galaxy Mega 2 (G750)Harga Baru: Rp 3.600.000
Harga Bekas:Rp 3.000.000
Samsung Galaxy Alpha (G850)
Harga Samsung Galaxy Alpha (G850)Harga Baru: Rp 6.000.000
Harga Bekas:Rp 5.200.000
Samsung Galaxy Young 2 (SM-G130)
Harga Samsung Galaxy Young 2 (SM-G130)Harga Baru: Rp 700.000
Harga Bekas:Rp 500.000
Samsung Galaxy Note 4 (N910)
Harga Samsung Galaxy Note 4Harga Baru: Rp 7.600.000
Harga Bekas: Rp 6.800.000
Samsung Galaxy Infinite (SCH-i759)
Samsung Galaxy InfiniteHarga Baru: Rp 1.100.000
Harga Bekas: Rp 750.000
Samsung Galaxy K Zoom (C111)
Harga Samsung Galaxy S4 ZoomHarga Baru: Rp 4.900.000
Harga Bekas: Rp 4.000.000
Samsung Galaxy Core II Dual SIM (G335)
Harga Samsung Galaxy Core IIHarga Baru: Rp 1.625.000
Harga Bekas: Rp 1.350.000
Samsung Galaxy Grand Neo (I9060)
Harga Samsung Galaxy Grand NeoHarga Baru: –
Harga Bekas: Rp 1.400.000
Samsung Galaxy Note 3 Neo (SM-N7500)
Harga Samsung Galaxy Note 3 Neo SM-N7500Harga Baru: Rp 4.525.000
Harga Bekas: Rp 4.000.000
Samsung Galaxy S5 (G900)
Harga Samsung Galaxy S5Harga Baru: Rp 6.250.000
Harga Bekas: Rp 5.400.000
Samsung Galaxy Camera 2 (GC200)
Harga Samsung Galaxy Camera 2Harga Baru: Rp 3.499.000
Harga Bekas: Rp 3.000.000
Samsung Galaxy Grand 2 (G7102)
Harga Samsung Galaxy Grand 2 G7102Harga Baru: Rp 2.650.000
Harga Bekas: Rp 2.200.000
Samsung Galaxy Star Plus S7262
Harga Samsung Galaxy Star PlusHarga Baru: Rp 845.000
Harga Bekas: Rp 600.000
Samsung Galaxy Y Neo S5312
Harga Samsung Galaxy Y NeoHarga Baru: Rp 745.000
Harga Bekas: Rp 525.000
Samsung S7270 Galaxy Ace 3
Harga Samsung S7270 Galaxy Ace 3Harga Baru: Rp 1.520.000
Harga Bekas: Rp 1.200.000
Samsung Galaxy Note 3 N9000
Harga Samsung Galaxy Note 3 N9000Harga Baru: Rp 6.775.000
Harga Bekas: Rp 5.500.000

Rabu, 04 Februari 2015

pengawetan bahan nabati dan hewani





Proses dan Alat Pengawetan Bahan Nabati Dan Hewani












Disusun oleh :
M. Salman Alfarizi
X MS 3 SMA NEGERI 3 SLAWI 

Proses dan Alat Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani


Secara umum, bahan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan setelah dipanen akan mudah mengalami kerusakan sehingga terjadi penurunan mutu. Untuk menjaga kualitas bahan pangan dan produknya, maka bahan pangan tersebut perlu dilakukan pengolahan dan pengawetan. Ada beberapa metode peng- awetan pangan yaitu dengan cara menonaktifkan, menghambat dan mencegah faktor-faktor penyebab kerusakan pangan. Setiap metode pengawetan pangan hanya akan berhasil jika mekanisme peng- awetannya tepat dan sesuai. Bahan pangan hasil pertanian masing-masing mempunyai sifat-sifat yang berbeda-beda yang penting untuk diketahui untuk digunakan sebagai dasar saat proses penanganan dan pengolahan. 
     
 
        Dengan mengetahui sifat setiap bahan pangan, diharapkan proses penanganan dan pengolahan akan tepat dan sesuai. Beberapa metode untuk pengawetan bahan pangan adalah sebagai berikut.

1. Pengawetan dengan Suhu Rendah
Salah satu proses usaha untuk mengawetkan adalah dengan menyimpan bahan makanan di dalam lemari pendingin yaitu kulkas atau freezer (pembeku).  Lemari pendingin memiliki suhu yang rendah. Umumnya yang dimaksud dengan suhu rendah ini berkisar antara -2°C sampai 8°C. Cara pengawetan pangan dengan suhu rendah ada 2 macam yaitu pendi- nginan (cooling)dan pembekuan (freezing). Pendinginan yang biasa dilakukan sehari-hari dalam lemari es pada umumnya mencapai suhu 5 sampai 8 C atau -2 sampai 8 C. Pembekuan adalah penyimpanan bahan pangan dalam keadaan beku.  Pembekuan yang baik biasanya dilakukan pada suhu -12 sampai -24 C. Pembekuan cepat (quick freezing) dilakukan pada suhu -24 sampai -40 C.
Buah-buahan dan sayur-sayuran juga memerlukan suhu penyimpanan tertentu. Suhu di mana produk mempunyai keawetan yang paling lama disebut suhu optimum. Jika penyimpanan  dilakukan di bawah suhu optimum, atau di tempat yang terlalu dingin, buah-buahan dan sayur-sayuran akan mengalami kerusakan fisik yang sering disebut chilling injury. Apabila penyimpanan buah dan sayuran dilakukan di atas suhu optimum, atau pada suhu yang terlalu hangat, juga tidak akan menghasilkan keawetan.


2. Pengawetan dengan Suhu Tinggi
Pengawetan dengan suhu panas sebenarnya sudah lama digunakan, sejak manusia dikenalkan dengan istilah memasak. Saat kamu memasak, misalnya merebus atau menggoreng suatu bahan makanan, sebenarnya kamu sedang melakukan proses pengawetan dengan suhu panas. Tetapi seringkali kita tidak mengetahui batasan pemanasan yang dilakukan terhadap makanan. Jika   pemanasannya tidak tepat, maka akan banyak nilai gizi yang hilang dari makanan yang dimasak tersebut. Pemanasan yang baik adalah secukupnya agar nilai gizi yang hilang tidak terlalu banyak. Dua faktor yang harus diperhatikan dalam pengawetan dengan panas, yaitu sebagai berikut. 

1) Jumlah panas yang diberikan harus cukup untuk mematikan mikroba
pembusuk dan mikroba pathogen. 

2) Jumlah panas yang digunakan tidak boleh menyebabkan penurunan gizi dan cita rasa makanan.

Jumlah panas yang diberikan dalam proses pengolahan pangan tidak boleh lebih dari jumlah minimal panas yang dibutuhkan untuk membunuh mikroba yang dimaksud.  Dalam proses pemanasan, ada hubungan antara panas dan waktu, yaitu jika suhu yang digunakan rendah, maka waktu pemanasan harus lebih lama. Jika suhu tinggi, waktu pemanasan singkat. Sebagai contoh:      
misalnya jumlah panas yang diterima bahan jika kita memanaskan selama 10 jam di dalam air mendidih (100 C) kira-kira sama dengan memanaskan bahan tersebut selama 20 menit pada suhu  121 C. Berdasarkan penggunaan suhu, waktu dan tujuan pemanasan, proses pemanasan dapat dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu proses pasteurisasi dan sterilisasi.

a.Sterilisasi
Istilah sterilisasi berarti membebaskan bahan dari semua mikroba.  Karena beberapa spora bakteri relatif lebih tahan terhadap panas.  Maka sterilisasi biasanya dilakukan pada suhu yang tinggi misalnya 121 C (250 F) selama 15 menit.  Pada makanan dikenal istilah sterilisasi komersial. Sterilisasi komersial adalah sterilisasi yang biasanya dilakukan terhadap sebagian besar pangan di dalam kaleng atau botol.  Makanan yang steril secara komersial berarti semua mikroba penyebab penyakit dan pembentuk racun (toksin) dalam makanan tersebut telah dimatikan, demikian juga semua mikroba pembusuk.  Dengan demikian, produk pangan yang telah mengalami sterilisasi akan mempunyai daya awet yang tinggi; beberapa bulan sampai beberapa tahun.
b. Pasteurisasi
Pasteurisasi adalah suatu proses pemanasan yang relatif cukup rendah (umumya dilakukan di bawah 100 C) dengan tujuan untuk mengurangi populasi mikroorganisme pembusuk sehingga bahan pangan yang dipasteurisasi tersebut akan mempunyai daya awet beberapa hari (misalnya produk susu pasteurisasi) sampai beberapa bulan (misalnya produk sari buah pateurisasi). Walaupun proses ini hanya mampu membunuh sebagian populasi mikroorganisme, namun pasteurisasi ini sering diaplikasikan terutama jika dikhawatirkan bahwa penggunaan panas yang lebih tinggi akan menyebabkan terjadinya kerusakan mutu (misalnya pada susu).
Tujuan utama proses pemanasan hanyalah untuk membunuh mikro-organisme pathogen (penyebab penyakit; misalnya pada susu) atau inaktivasi (menghentikan aktivitas) enzim-enzim yang dapat merusak mutu (misalnya pada sari buah).
Makanan yang dipasteurisasi tidak dapat menyebabkan penyakit tetapi mempunyai masa simpan yang terbatas disebabkan mikroba nonpatogen dan pembusuk masih ada dan dapat berkembang biak. Oleh karena itu pasteurisasi biasanya disertai dengan cara pengawetan lain, misalnya makanan yang dipasteurisasi kemudian disimpan dengan cara pendinginan (di dalam lemari pendingin).

c. Blanching
Blanching adalah pemanasan pendahuluan yang biasanya dilakukan terhadap buah-buahan dan sayur-sayuran untuk menginaktifkan enzim-enzim di dalam bahan pangan tersebut, di antaranya adalah enzim katalase dan peroksidase yang merupakan enzim-enzim yang paling tahan panas di dalam sayur-sayuran. Blanching selalu dilakukan jika bahan pangan akan dibekukan karena pembekuan tidak dapat menghambat keaktifan enzim dengan sempurna. Bergantung pada panas yang diberikan, blanching juga dapat mematikan beberapa mikroba. Blanching biasanya dilakukan pada

d. Sterilisasi Produk secara Sinambung
(Proses Aseptis) Pada prinsipnya, proses sterilisasi dapat dilakukan dengan berbagai kombinasi suhu dan waktu. Jika digunakan suhu yang lebih tinggi, waktu  sterilisasinya makin pendek. Diketahui bahwa kombinasi suhu yang lebih tinggi dan waktu pendek ini dapat memberikan keuntungan berupa mutu produk yang lebih baik. Karena itulah, muncul konsep sterilisasi High Temperatur Short Time (HTST) dan Ultra High Temperature (UHT). Pada kondisi ini, sterilisasi dilakukan pada suhu 130-145 C tetapi hanya dalam beberapa detik saja. Karena itu, diperlukan peralatan pemanasan yang mampu men- capai suhu tersebut dan sekaligus secara cepat mampu mendinginkannya kembali. Pada sistem aseptik ini, dilakukan proses sterilisasi produk pangan dan bahan pengemas (wadah) secara terpisah. Pengisisan produk dilakukan setelah wadah dan produk terlebih dahulu disterilisasikan sehingga untuk mempertahankan sterilitas produk dan wadah, proses pengisian harus dilakukan pada ruangan yang steril. Karena itulah, proses pengisian dan pengemasan dengan cara ini disebut sebagai proses pengemasan aseptik karena memang diperlukan kondisi yang aseptik.
3. Pengawetan dengan Pengeringan

Saat petani padi tiba waktunya untuk memanen hasil bertaninya, pernahkan kamu melihat hal apa yang dilakukan petani tersebut dengan padi hasil panennya? Pernahkah kamu melihat petani tersebut menjemur padi di bawah sinar matahari? Itulah salah satu contoh proses pengeringan. Pengeringan adalah suatu metode untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebagian air dari suatu bahan dengan cara menguapkan air tersebut dengan menggunakan energi panas.  Biasanya kandungan air bahan tersebut dikurangi sampai suatu batas agar mikroba tidak dapat tumbuh lagi di dalamnya.  Keuntungan produk hasil pengeringan adalah awet, lebih ringan, volume lebih kecil sehingga memudahkan penyimpanan dan  transportasi, serta menimbulkan citarasa khas. Selain itu, banyak bahan yang hanya dapat digunakan apabila telah dikeringkan, misalnya tembakau, kopi, teh, biji-bijian, dan lain- lainnya.  Pengeringan dapat berlangsung dengan baik jika pemanasan secara merata, dan uap air dikeluarkan dari seluruh permukaan bahan tersebut.  Faktor-faktor yang memengaruhi pengeringan terutama adalah luas permukaan bahan, suhu pengeringan, aliran udara, dan tekanan uap di udara. Pengeringan dapat dilakukan dengan menggunakan suatu alat pengering (articial drier), atau dengan penjemuran (sun drying), yaitu pengeringan dengan menggunakan energi langsung dari sinar matahari.
Pengeringan buatan (articial drying) mempunyai keuntungan karena suhu dan aliran udara dapat diatur sehingga waktu pengeringan dapat ditentukan dengan tepat dan kebersihan dapat diawasi sebaik-baiknya. Penjemuran mempunyai keuntungan karena energi panas yang digunakan murah dan bersifat murah serta melimpah, tetapi kerugiannya adalah jumlah panas sinar matahari yang tidak tetap sepanjang hari, dan kenaikan suhu tidak dapat diatur sehingga waktu penjemuran sukar untuk ditentukan dengan tepat. Selain itu, karena penjemuran dilakukan di tempat terbuka yang langsung berhubungan dengan sinar matahari, kebersihannya harus diawasi dengan sungguh-sungguh.  Kadar air suatu bahan yang dikeringkan memengaruhi seberapa jauh penguapan dapat berlangsung, lamanya proses pengeringan dan jalannya proses pengeringan.

4. Pengawetan dengan Bahan Kimia
Pengawetan bahan pangan dapat juga dilakukan dengan melakukan penambahan bahan kimia tertentu, yang telah diketahui memiliki efek mengawetkan. Penggunaan bahan kimia untuk pengawet harus digunakan dalam takaran yang tepat dan sesuai dengan ketentuan agar aman bagi manusia.Pemberian Asam, Asam dapat menurunkan pH makanan sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk. Asam dapat dibagi dalam 3 golongan yaitu:
(1) asam alami yang pada umumnya adalah asam organik misalnya asam tartrat dan asam dari buah-buahan, misalnya asam sitrat seperti yang terdapat pada jeruk nipis dan belimbing wuluh;
(2) asam yang dihasilkan melalui proses fermentasi, misalnya asam laktat dan asam asetat; dan
(3) asam-asam sintetik, misalnya asam malat, asam fosfat, dan asam adipat. Cuka adalah asam sintetik yang dapat kita temui sehari-hari.

Kamis, 06 November 2014

SAMSUNG GALAXY V

General 2G Network GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 - SIM 1 & SIM 2
3G Network HSDPA 900 / 2100
SIM Dual SIM (Micro-SIM, dual stand-by)
Announced 2014, September
Status Available. Released 2014, September
Body Dimensions 121.4 x 62.9 x 10.7 mm (4.78 x 2.48 x 0.42 in)
Weight 123 g (4.34 oz)
Display Type TFT capacitive touchscreen, 16M colors
Size 480 x 800 pixels, 4.0 inches (~233 ppi pixel density)
Multitouch Yes
Sound Alert types Vibration; MP3, WAV ringtones
Loudspeaker Yes
3.5mm jack Yes
Memory Card slot microSD, up to 64 GB
Internal 4 GB, 512 MB RAM
Data GPRS Yes
EDGE Yes
Speed HSDPA, HSUPA
WLAN Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, Wi-Fi hotspot
Bluetooth v4.0, A2DP
USB microUSB v2.0
Camera Primary 3.15 MP, 2048 x 1536 pixels, LED flash
Features Geo-tagging
Video 480p@24fps
Secondary VGA
Features OS Android OS, v4.4.2 (KitKat)
CPU 1.2 GHz
Sensors Accelerometer
Messaging SMS(threaded view), MMS, Email, Push Mail, IM
Browser HTML
Radio FM radio
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS
Java Yes, via Java MIDP emulator
Colors White, Black
 - MP4/H.264 player
- MP3/WAV/AAC/FLAC player
- Photo/video editor
- Document viewer
- Voice memo/dial
Battery   Li-Ion 1500 mAh battery
Stand-by
Talk time (2G) / Up to 8 h (3G)
Music play Up to 29 h        
Samsung Galaxy V
MORE PICTURES